Selasa, 01 Maret 2016

Biodata William Anthony Parker

Nama Lengkap : William Anthony Parker
Alias : Tony Parker
Profesi : Olahragawan
Agama : Katolik
Tempat Lahir : Bruges, Belgia
Tanggal Lahir : Senin, 17 Mei 1982
Zodiac : Taurus
Hobby : Sepakbola | Tenis | Surfing di internet | Pesta bersama teman-teman
Warga Negara : Perancis

Ayah : Tony Parker Sr.
Ibu : Pamela Firestone
Saudara : Terence, Pierre
Istri : Eva Longoria
BIOGRAFI
Tony Parker yang lahir dengan nama William Anthony Parker adalah seorang pemain basket asal Perancis. Ia dilahirkan di Belgia, namun besar di Perancis bersama kedua orang tua dan dua saudara laki-lakinya. Ayah Tony, Tony Parker Sr., adalah seorang pemain basket berdarah Afro-Amerika ketika masih menempuh kuliah di Loyola University Chigago. Sementara ibunya, Pamela Firestone, adalah seorang mantan model asal Belanda yang setelah bercerai dengan ayah Tony beralih menjadi dokter naturopath. Dua adik laki-laki Tony, Terence dan Pierre juga tengah aktif bermain basket.

Pada awalnya, Tony lebih tertarik dengan sepak bola daripada basket. Akan tetapi setelah melihat aksi Michael Jordan, Tony memutuskan untuk lebih akif di dunia basket. Ia sempat bermain basket untuk sekolah olahraga, National Institute for Sports and Physical Education di Paris, sebelum akhirnya ditarik sebagai pemain profesional tim Paris Basket Racing di tahun 1999.

Point guard dengan jersey nomor 9 ini kemudian pindah ke tim San Antonio Spurs di musim 2001 sampai sekarang. Sepanjang kariernya bergabung bersama San Antonio Spurs, Tony telah membawa timnya menjuarai laga NBA di 3 musim (2003, 2005, 2007). Di musim 2007, Tony bahkan mampu merebut gelar Most Valuable Player dalam NBA Finals.

Tony sempat menikah dengan aktris Amerika, Eva Longoria, yang dikenal lewat drama seri Desperate Housewives yang dibintanginya. Tony dan Eva menikah di sebuah gereja pada tahun 2007. Akan tetapi pernikahan mereka kandas di akhir 2010 dan resmi bercerai pada Januari 2011. Eva menggugat cerai Tony karena ia menganggap bahwa selama ini Tony selalu berselingkuh di belakangnya.

Di luar basket, Tony merupakan penggemar musik rap. Ia telah mengeluarkan sebuah album lagu rap berbahasa Perancis di tahun 2007. Tony juga berteman baik dengan pemain sepak bola, Thierry Henry. Thierry bahkan sering terlihat selalu menonton pertandingan NBA yang diikuti oleh Tony.
PENGHARGAAN
Menjadi MVP FIBA Europe Under-18 Championship (2000)
Menjadi NBA All-Rookie First Team (2002)
Tiga kali menjuarai NBA (2003, 2005, 2007)
Medali perunggu European Championships (2005)
Menjadi MVP NBA Finals (2007)
Menjadi European Player of the Year: Euroscar (2007)
Tiga kali mengikuti NBA All-Star (2006–2007, 2009)
Menjadi All-NBA Third Team (2009)
Medali perak European Championships (2011)

10 Pemain Basket Terkenal

Pernahkah anda berusaha untuk menebak siapa sajakah sepuluh pebasket sepanjang masa yang berhak mendapat gelar sebagai yang terbaik di dunia?  Baru-baru ini, salah satu website olahraga ternama, Foxsports merilis daftar 10 pebasket terbaik sepanjang masa.  Data ini disusun berdasarkan prestasi setiap pemain, gelar yang mereka raih bersama tim maupun individu.
Jika beberapa waktu lalu Top10Indo merilis daftar 10 gelandang terbaik di dunia dalam olah raga sepakbola, kali ini kami akan mencoba lebih berfokus pada bola basket.  Memang, bola basket yang diwadahi dalam liga yang diberi nama NBA adalah salah satu olahraga yang menghasilkan keuntungan paling banyak.  Wajar bila nama-nama di bawah ini mememiliki jutaan fans dan memperoleh status sebagai selebritis.  Langsung saja, berikut daftarnya:
Image Credit: Wikimedia Commons
10.  Tim Duncan
Bermain sejak tahun 1997 hingga saat ini, Tim Duncan dikenal sebagai salah satu pemain basket terbaik yang melegenda bersama San Antonio Spurs.  Duncan tak hanya piawai dan memiliki skill yang luar biasa, namun juga dikenal sebagai pemain yang sangat tenang serta memiliki kepemimpinan yang tinggi.  Wajar bila kemudian ia berhasil masuk dalam daftar ini.
Prestasi individu seorang Tim Duncan juga sangat mengesankan.  Ia berhasil meraih dua gelar MVP, 4 cincin juara NBA, dan 13 tahun berturut-turut masuk dalam tim NBA All-Star.  Di usianya yang sudah menginjak 37 tahun, Tim Duncan juga masih mampu membawa San Antonio Spurs melangkah ke final NBA.
9.  Shaquille O'Neal
Siapa yang tidak kenal dengan sosok raksasa yang berdiri di bawah ring basket LA Lakers, Miami Heat, dan Orlando Magic ini.  Ya, dalam 9 tahun karirnya sebagai pebasket profesional yang berakhir pada tahun 2011 lalu, O'Neal berhasil meraih puluhan gelar individu maupun tim.  Hingga saat ini, O'Neal juga dikenal sebagai salah satu center NBA terbaik sepanjang masa.
Ia berhasil mempersembahkan tiga gelar untuk LA Lakers, di masa-masa ia dan Kobe Bryant begitu ditakuti lawan sebagai duet maut yang sangat berbahaya.  O'Neal juga 15 kali terpilih untuk tampil bersama tim NBA All-Star dan duduk di ranking keenam sebagai pencetak poin terbanyak sepanjang masa di NBA.
8.  Kobe Bryant
Berbicara tentang Shaquille O'Neal, tak mungkin kita melupakan sosok Kobe Bryant.  Kobe bahkan dinilai lebih sukses dan lebih berkualitas sebagai pemain dibandingkan Shaq.  Pemain yang sudah berkarir di NBA sejak tahun 1996 ini bahkan sekarang sudah bisa disebut sebagai salah satu legenda hidup LA Lakers karena kontribusi, dedikasi, dan loyalitasnya.
Kobe Bryant terhitung lima kali mempersembahkan gelar juara untuk LA. Lakers.  Hingga saat ini, Kobe berada di peringkat keempat pemain NBA yang paling banyak mencetak skor, total sebanyak 31.617 poin.  Hebatnya, semua poin tersebut ia lesakkan bersama tim yang sama, L.A. Lakers.
7.  Oscar Robertson
Pemain kulit hitam yang berkarir di antara tahun 1960 sampai 1974 ini sebenarnya tidak memiliki penghargaan individual yang terlalu mentereng.  Ia tercatat hanya satu kali memenangi penghargaan MVP, namun apabila kita cermati lebih seksama, secara statistik, penampilan individual Oscar Robertson di atas lapangan benar-benar luar biasa.
Di tahun keduanya, ia berhasil mencatatkan rata-rata 30,8 poin, 12,5 rebound, dan 11,8 assists; suatu catatan triple double (mencetak dua digit angka untuk tiga hal sekaligus) tertinggi sepanjang masa.  Tak hanya itu, catatan 186 kali triple double sepanjang karirnya juga sepertinya tak mudah dipatahkan dalam waktu dekat.
6.  Wilt Chamberlain
Berbicara tentang pemain basket terbaik dunia, tentu saja kita tak bisa melupakan nama Wilt Chamberlain.  Pemain ini dikenal sebagai seorang pebasket paling sukses, dengan catatan 7 kali dinobatkan sebagai pencetak poin terbanyak satu musim, 11 gelar rebound terbanyak satu musim, dan 4 kali dinobatkan sebagai Most Valuable Player atau MVP.
Wilt Chamberlain juga dikenal sebagai seorang pemain yang bisa mencetak lebih dari 100 poin dalam satu game.  Jika saja ia memiliki skill kepemimpinan yang baik, mungkin saja Wilt Chamberlain bisa masuk ke dalam posisis tiga besar daftar ini.
5.  Larry Bird
Larry Bird adalah satu-satunya pemain berkulit putih yang berhasil masuk ke dalam daftar 10 pemain basket terbaik di dunia versi FoxSports ini.  Pemain yang juga kini dikenal sebagai salah satu pelatih NBA terbaik ini juga menorehkan berbagai catatan prestasi gemilang sepanjang periode aktifnya dari tahun 1979 hingga tahun 1992.
Larry Bird dikenal sebagai salah satu shooter terbaik di NBA, dengan tingkat akurasi tembakan yang sangat tinggi.  Rata-rata, ia mencatatkan akurasi tembakan 91,6 persen dari dalam garis dua poin dan tiga kali berturut-turut terpilih sebagai MVP.
4.  Kareem Abdul-Jabbar
Jauh sebelum era Shaquille O'Neal dan Kobe Bryant, L.A. Lakers sudah memiliki seorang legenda.  Ya, Kareem Abdul Jabbar adalah sosok pemain luar biasa, yang hingga saat ini berada di posisi nomor satu sebagai pencetak skor terbanyak sepanjang sejarah NBA.  Dalam 20 tahun karirnya, total Kareem Abdul-Jabbar mencetak 38.387 poin.
Di tahun 1970-an, Kareem Abdul-Jabbar benar-benar sosok yang tidak tertandingi.  Ia berhasil menyabet 6 gelar MVP dan 6 gelar liga.  Bersama Magic Johnson, ia dikenal sebagai generasi terbaik L.A. Lakers yang berhasil membawa tim ini memasuki masa-masa kejayaannya.
3.  Bill Russell
Jika ada sosok pemain yang dianggap "dewa" bagi pendukung Boston Celtics, mungkin sosok itu adalah Bill Russell.  Bill Russell adalah seorang pemain yang berhasil membawa Boston Celtics dari sebuah tim yang biasa-biasa saja menjadi juara NBA 11 kali dalam 13 tahun karirnya.  Catatan ini sampai sekarang masih menjadi rekor yang belum bisa disamai oleh pemain NBA lainnya.
Ya, Bill Russell benar-benar menjadi roh permainan tim Boston Celtics.  Ia tak hanya piawai dalam mencetak skor dan bertahan, namun ia juga menjadi inspirasi utama rekan-rekannya di atas lapangan.  Ketika Bill Russell datang, Boston Celtics meraih kejayaan.  Dan ketika ia pensiun, tim ini mengalami keterpurukan.  Benar-benar sosok legenda yang sangat dominan.
2.  Magic Johnson
Jika saja ia tidak bermain dalam periode yang sama dengan Larry Bird, mungkin Magic Johnson bisa meraih lebih banyak prestasi bahkan bisa menjadi yang nomor satu dalam daftar pemain basket terbaik dunia.  Ya, rivalitas kedua pebasket ini begitu hebat, dan dalam persaingannya, Johnson berhasil mempersembahkan 5 gelar juara untuk L.A. Lakers dan tiga gelar MVP untuk dirinya sendiri.
Permainannya begitu luar biasa, di mana ia berperan sebagai jantung penyerangan tim yang kerap mencetak skor maupun assists yang luar biasa.  Hal inilah yang membuat pemain yang memiliki nama Earvin Johnson ini mendapatkan nama tengah "Magic" sebagai bukti kehebatannya di atas lapangan.
1.  Michael Jordan
Jika ada pemain yang bisa disebut sebagai pebasket terbaik dunia sepanjang masa, maka Michael Jordan-lah yang paling pantas mendapatkan gelar ini.  Pemain yang meraih masa-masa kejayaannya bersama Chicago Bulls ini berhasil mempersembahkan 6 gelar juara untuk tim serta 5 penghargaan MVP dan tercatat 10 kali menjadi pencetak skor terbanyak satu musim.  Jordan juga menduduki posisi ketiga sebagai pemain NBA yang mencetak skor terbanyak di bawah Kareem Abdul-Jabbar dan Karl Malone.
Selain sukses di dunia olahraga, Michael Jordan juga menjadi sosok yang sukses di dunia entertainment dan marketing.  Hingga saat ini, ia dikenal sebagai "simbol" olahraga basket.  Ia juga banyak membintangi film dan menjadi duta internasional untuk berbagai misi kemanusiaan.  Benar-benar sosok pebasket yang sangat sempurna!

Profil Para Jr. NBA Indonesia All-Stars 2015 yang dipersembahkan oleh Frisian Flag

Tricia Mary Aoijs
Tricia Mary Aoijs (Tricia) adalah pemain basket muda berbakat dari Bali, Indonesia. Tricia mulai bermain basket sejak kelas 3. Ia meraih banyak prestasi dari bermain basket, antara lain terpilih mewakili Indonesia untuk kompetisi FIBA Asia U-16  di Medan, memenangkan National Championship U-14  di Jakarta pada 2011 dan 2013. Di tahun 2013, Tricia juga dianugerahi Sport Achievement Award dari tempatnya menuntut ilmu, SMP Dyatmika.
 
Jofinka Putri Bandini
Jofinka Putri Bandini (Jofinka) mulai bermain basket sejak ia masih kecil dan terinspirasi oleh ibunya yang juga seorang mantan pemain basket. Demi menjadi yang terbaik di olahraga ini, Jofinka mengatur jadwal khusus baginya di waktu senggang untuk  berlatih kemampuan dribble dan shooting. Usaha dan kerja kerasnya terbayar lunas dengan memenangkan beberapa kompetisi basket di Indonesia dan juga dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) oleh Junior Basketball League (JRBL) di tahun 2013. Di National Training Camp Jr.NBA Indonesia kemarin, ia mendapatkan kesempatan langka bermain 1-on-1 denganpemain basket tim Juara NBA, Marreese Speights dari Golden State Warriors.
 
Cintiana Oktaviane
Cintiana Oktaviane (Cintia) adalah gadis berbakat berusia 14 tahun yang jatuh cinta pada dunia basket sejak kelas 5 SD. Rahasianya untuk fokus di dunia basket adalah dengan pandai - pandai mengatur waktu antara latihan dan belajar. Cintia belajar bermain basket dengan benar sambal menjunjung nilai kerjasama tim, yang membawanya meraih gelar Most Valuable Player (MVP) dari Junior Basketball League (JRBL) dan memenangkan medali emas di PON Remaja.
 
Adelaide Callista Wongsohardjo
Adelaide Callista Wongsohardjo (Adelaide) adalah pemain basket berusia 14 tahun yang sangat ambisius asal Malang, Jawa Tengah. Adelaide sudah bermain basket sejak kelas 3 di Charis National Academy. Selain pandai bermain basket, Adelaide tidak lupa untuk menomorsatukan kepentingan akademis sebelum bermain basket setiap hari. Pencapaian terbesarnya adalah terpilih menjadi Best Point Guard U-16 FIBA di tahun 2015, memenangkan kompetisi U-15 Kejurnas dan Turnamen U-16 selama 2014 dan 2015, serta meraihposisi kedua dan menjadi All-Star dalam PON Remaja di 2014.
 
Ananta Dandy Putra Tarigan
Ananta Dandy Putra Tarigan (Dandy) memilih bola basket menjadi olahraga favoritnya sejak ia kelas 6 SD, karena ia pikir itu adalah olahraga yang keren. Di samping itu, Dandy juga berbakat bermain futsal dan sempat mewakili Indonesia saat ia bermain untuk Timnas Futsal di kelas 3 SD. Ia seringkali mengalami cidera selama bermain basket, namun itu juga adalah bagian dari perjalanannya menjadi pemain basket terbaik, hingga akhirnya ia terpilih menjadi Jr. NBA Indonesia All-Stars 2015.
 
Julius Robert
Julius Robert (Julius) adalah bocah laki-laki yang berasal dari Surabaya yang menggemari bola basket sejak kelas 6 SD. Pemain basket favoritnya saat ini adalah Stephen Curry dari Golden State Warriors. Selain menjadi Jr. NBA Indonesia All-Stars, prestasi terbesarnya yang lain adalah meraih juara pertama di Kompetisi Coni KU 12.
 
Basilios Bagus Bagaskoro Setyoko
Basilios Bagus Bagaskoro Setyoko (Bagus) adalah pemain basket muda yang sangat antusias, berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Selama ia tumbuh dewasa, Bagus yang sudah bermain basket sejak umur 7 tahun ini telah mengumpulkan gelar kemenangan. Di antaranya adalah Kejuda KU 14 Jateng (2015), Yunior Basketball Association U-12  (2013 & 2014), Pelangi Cup Blitar U-13 (2015) dan Bupati Cup Karanganyar serta meraih gelar Most Valuable Player (MVP) dalam Tri Dharma Cup U-13 Madiun, Jawa Timur (2015).

Mario Davidson
Mario Davidson adalah pemain basket muda berbakat dari Magelang, Jawa Tengah yang mengidolakan Kyrie Irving dari Cleveland Cavaliers. Mario merasa prestasi terbesarnya dalam bermain basket antara lain KONI Basketball Cup dan meraih posisi runner-up pada Pertamina Basketball Cup di Cirebon, Jawa Barat. Mario yang sudah bermain basket sejak kelas 3 SD ini, kini berfokus latihan basket untuk mewujudkan impiannya menjadi seperti sang ayah, yang juga merupakan mantan atlet basket nasional.
 
Arrigo Fernanda
Arrigo Fernanda adalah pemain basket muda berusia 14 tahun yang menganggap bermain basket dapat membuatnya mendapatkan banyak teman baru dengan mengikuti berbagai turnamen dari seluruh Indonesia. Di samping kesibukannya, Arrigo mampu mengatur jadwal belajar dan bermain basketnya agar selalu teratur. Arrigo mewakili Indonesia dalam kompetisi Southeast Asia Basketball Association (SEABA) dan kompetisi 3-on-3 FIBA, dimana itu menjadi kesempatan baginya menunjukkan skill basket yang ia kuasai kepada teman-temannya di ajang internasional.

Darryl Sebastian
Darryl Sebastian (Darryl) adalah penggemar berat Kyrie Irving dari Cleveland Cavaliers. Ia berlatih tanpa kenal lelah untuk menjadi seperti idolanya, dan berharap suatu hari ia dapat menjadi pemain basket profesional masa depan. Darryl percaya sikap sportsmanship (sportivitas) dan respect (saling menghargai) yang diajarkan pada program Jr. NBA Indonesia 2015 yang dipersembahkan oleh Frisian Flag adalah dua hal yang dapat membuatnya semakin hebat di lapangan dan di luar lapangan. Prestasi terbesar Darryl yang telah bermain basket sejak 9 tahun iniadalah memenangkan gelar Most Valuable Player (MVP) di turnamen Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) di Jakarta Barat di awal tahun ini dan terpilih menjadi Jr. NBA Indonesia All-Stars 2015.
 
Skyler Tobias Smith
Skyler Tobias Smith (Skyler) adalah satu dari beberapa anak muda energik yang terpilih menjadi Jr. NBA Indonesia All-Stars setelah mengikuti seleksi Jr. NBA Indonesia untuk kedua kalinya. Ayah Skyler yang juga seorang pelatih basket memberikan pengaruh besar baginya. Seperti Tim Duncan dari San Antonio Spurs yang merupakan idolanya, Skyler pun pernah menerima penghargaan Most Valuable Player (MVP) di beberapa turnamen antar sekolah dan gelar MVP bagi pemain laki-laki pada Jr. NBA Indonesia tahun lalu.

Russel Nyoo
Bermain bola basket telah menjadi kegemaran Russel Nyoo (Russel) dan sejak ia kelas 3 SD ia telah jatuh cinta terhadap olahraga ini. Ayahnya, yang merupakan mantan atlet basket nasional Indonesia dan juga pendiri tim basket Generasi Muda Cirebon (GMC) Njoo Lie Wen, adalah pendukung terbesar Russel di perjalanan basketnya. Prestasi terbesarnya antara lain meraih juara pertama dalam Turnamen Basket KONI dan meraih posisi runner-up pada Pertamina Cup.
 
Ryan Susilo
Ryan Susilo (Ryan) adalah pemain basket muda yang jatuh cinta pada olahraga ini sejak berusia 10 tahun. Memiliki ayah yang juga bermain basket saat muda menjadikannya semakin semangat bermain karena dukungan tak henti-hentinya yang diberikan setiap hari. Ryan, yang merupakan fans Los Angeles Lakers, turut serius dan fokus dalam hal akademik di luar lapangan. Sebagai tambahan, ia juga bagian dari Kelompok Debat SMP National High dimana ia telah berpartisipasi dalam kompetisi debat internasional yang diadakan di Malaysia.
 
Arlan Alexander Susnowidono Sitorus
Arlan Alexander (Arlan) adalah atlet basket muda berbakat yang telah memiliki banyak prestasi basket membanggakan. Prestasi tersebut di antaranya, meraih juara pertama di KONI Cup dan meraih posisi runner-up di kompetisi Yunior Basketball Association (YBA) 2012 dan Sparkle Cup 2013. Arlan yang mulai bermain basket sejak kelas 5 SD ini sangat menghargai dukungan yang diberikan ibunya untuk bermain basket.

Biodata Denny Sumargo

Nama Lengkap : Denny Sumargo
Alias : Densu
Profesi : Olahragawan
Agama : Katolik
Tempat Lahir : Luwuk, Banggai, Sulawesi Utara
Tanggal Lahir : Minggu, 11 Oktober 1981
Zodiac : Balance
Hobby : Berolahraga | Membaca | Tidur
Warga Negara : Indonesia

Ayah : Nazaruddin
Ibu : Meiske Sumargo
 
 
BIOGRAFI
Denny Sumargo adalah seorang pemain basket Indonesia. Ia pernah bermain untuk tim Satria Muda. Penggemar Michael Jordan dan Kobe Bryant yang memang bercita-cita menjadi pemain basket profesional ini sebelumnya lebih dulu bergabung bersama tim Astac. Kini, Denny mendedikasikan dirinya dengan tim Garuda Speedy Bandung.

Denny dilahirkan oleh seorang ibu keturunan Cina beragama Katolik, Meiske Sumargo, dan seorang ayah pribumi Islam yang bernama Nazaruddin. Ayah Denny seorang duda yang telah menikah tiga kali sebelum akhirnya menikahi ibunya. Pernikahan kedua orang tua Denny tidak direstui oleh keluarga dari ibu Denny. Mereka berdua pun bercerai ketika Denny masih ada dalam kandungan. Setelah bercerai, Denny dan ibunya harus menjalani kehidupan yang berat karena keluarga besar ibu Denny mengusir mereka.
Pria kelahiran Banggai, Sulawesi Utara ini pun harus berpindah-pindah dari kampung halamannya, ke Makassar, Surabaya, Makassar, Jakarta, lalu Bandung. Kehidupan Denny kecil dan ibunya sangat menyedihkan dan kekurangan. Denny bahkan sering dipukuli dan disuruh melakukan pekerjaan rumah tangga ketika ia tinggal bersama tante dan neneknya di Jakarta, padahal waktu itu usia Denny baru 7 tahun. Ibu Denny pun membawa anaknya pindah ke Surabaya karena menikah lagi. Akan tetapi suami baru ibu Denny tersebut malah menipu dan membawa kabur seluruh tabungan hasil jerih payahnya. Meskipun Denny memiliki masa anak-anak yang berat, namun ia selalu berpretasi di bangku sekolahnya.

Karier basket Denny dimulai ketika ia duduk di bangku SMA. Saat itu ia bergabung dengan klub Viking di Makassar. Denny kemudian pindah ke klub Jersey  dengan memakai kostum nomor 7. Tahun 2000, Denny pindah ke Jakarta dan bermain bersama tim Aspac. Denny pun mengganti nomor kaosnya dengan angka 22. Nomor tersebut dianggapnya mempunyai arti khusus dalam hidupnya dan ia mengasosiasikan angka 22 dengan tanggal lahir orang-orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Denny dikenal sebagai pemain basket yang tangguh dimana kariernya mulai bersinar saat pindah ke klub Satria Muda Britama pada tahun 2004. Sejak itu, Denny telah membawa timnya menjadi Juara IBL Turnament 2006 di Yogyakarta. Lalu di IBL Regular Turnament 2006, dengan mengalahkan Aspac Putra Riau. Denny juga pernah mengalami cedera lutut saat Sister City di tahun 2004 sehingga membuatnya harus dioperasi rumah sakit ACL di Filipina. Karena itu, pada akhir tahun 2004 Denny sempat melakukan terapi sampai Februari 2005.
Selain aktif menjadi pemain basket, Denny juga dikenal sebagai artis dan bintang iklan. Ia pernah menjadi ikon untuk IBL Sampoerna, Nike shoes, model di beberapa sampul majalah, bintang iklan You C-1000 dan Boneeto, juri untuk L-Men of the Year, artis FTV 'Mahligai Cinta', dan artis layar lebar 'Hattrick' dimana ia beradu akting bersama Arumi Bachsin.

Kiprah pria yang akrab disapa Densu ini pernah mengalami pasang surut, apalagi sejak dianggap menjadi salah satu pemain yang sering berkonflik. Baik dengan manajemen suatu klub ataupun dengan pelatihnya. Di dunia hiburan pun ia tak lepas dari gosip. Denny pernah digosipkan memiliki hubungan asmara dengan Dewi Sandra, kemudian setelah itu nama Agnes Monica juga disebut-sebut sebagai kekasih Denny.
KARIR
  • Pemain basket
  • Aktor
  • Bintang iklan

PENGHARGAAN
  • Juara pertama Kobatama 2000 bersama tim Aspac
  • Juara pertama Kobatama 2001 bersama tim Aspac
  • 3rd Seaba 2001 bersama tim Aspac
  • Juara pertama Kobatama 2002 bersama tim Aspac
  • Juara pertama IBL tournament 2002 bersama tim Aspac
  • National Team 2003 di Asian Games Vietnam
  • Juara pertama IBL 2003 bersama tim Aspac
  • Juara pertama Sister City 2004 bersama tim National Team Merah
  • Juara pertama IBL 2006 bersama tim Satria Muda
  • Juara pertama IBL tournament 2006 bersama tim Satria Muda
  • Juara pertama IBL 2007 bersama tim Satria Muda
  • Juara pertama IBL tournament 2007 bersama tim Satria Muda
  • Juara pertama Sister City 2007 bersama tim National Team
  • Juara pertama IBL tournament 2008 bersama tim Garuda Bandung
  • 5th ASIA basketball di Dubai bersama tim Aspac

  • Penghargaan:
  • Rookie of the year 2001
  • Slam Dunk Champion 2003
  • All defensive team 2003, 2004, 2006
  • Member national team 2003, 2007
  • MVP final 2003
  • MVP IBL 2008
  • MVP IBL tournament 2008

Biodata Kelly Purwanto Ari Nugroho

Nama Lengkap : Kelly Purwanto Ari Nugroho
Alias : Kelly Purwanto
Profesi : Olahragawan
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Rabu, 3 Agustus 1983
Zodiac : Leo
Hobby : Sepakbola
Warga Negara : Indonesia

Ayah : Abednego Purwanto
Ibu : Ary Ani Astuti
Saudara : Franky Purwanto
 
 
BIOGRAFI
Kelly Purwanto Ari Nugroho adalah salah satu pemain basket Indonesia. Ia bermain untuk tim Pelita Jaya Esia, dimana sebelumnya dari tahun 2006 sampai 2009 ia membela tim Garuda Flexi Bandung.

Perkenalan Kelly dengan bola basket tidak terlepas dari peran saudara kandungnya, Franky Purwanto. Saat masih duduk di kelas 5 SD, sang kakak kerap mengajaknya bermain di lapangan basket dekat rumahnya. Kelly kecil selalu kalah dari kakaknya yang saat itu sudah duduk di bangku SMP. Kelly mulai serius bermain basket sejak kelas 3 SMP, waktu itu ia ingin menyalurkan bakat, hobi dan ketertarikannya akan basket. Setelah itu, Kelly terus mengasah kemampuannya dengan bergabung di klub Satria Muda Junior. Bakat besar Kelly membuatnya ditaksir oleh STIE Perbanas. Usai lulus SMA tahun 2001, Perbanas memberikan beasiswa kepadanya. Jadilah ia masuk menjadi skuat inti Perbanas di ajang Libama Nasional. Sayangnya di musim pertama Perbanas ia hanya menempati posisi runner-up.

Di tahun 2002, Kelly membawa klubnya SM Junior menjuarai Divisi I DKI dan Perbanas menjadi juara Libama Nasional. Yang paling mengesankan Kelly tentunya berlaga di ajang Adidas Asia Streetball di Shanghai, Cina. Meski timnya hanya berada di urutan kedelapan, ia keluar sebagai juara kontes lemparan tiga angka. Tahun berikutnya, Kelly masuk roster SM berlaga di IBL. Sayangnya ia hanya sempat bermain di 4 gim. Cedera pinggang membuatnya harus absen sepanjang musim.

Pria yang memiliki 25 tato di tubuhnya ini kemudian kembali di tahun 2004 dengan berlatih untuk tim PON DKI dan berhasil menjadi runner-up untuk Turnamen Sister City dan menggondol emas di PON XVI Sumsel. Ia juga kembali berlatih di Perbanas dan menjuarai Libama Utama. Kesuksesannya di Libama dan PON membuatnya kembali dilirik oleh tim-tim IBL. Tak hanya itu, namanya juga dipanggil untuk mengikuti seleksi pelatnas SEA Games XXIII oleh pelatih tim basket putra Rastafari Horongbala. 

Kelly memutuskan untuk bergabung bersama tim garuda Flexi Bandung di tahun 2006. Setelah tiga tahun membela klub tersebut, Kelly lantas berpindah ke tim Pelita Jaya Esia. Pria yang telah bertunangan dengan kekasihnya, Tanya Francescca Kelly Baracchi, sejak 2006 ini juga pernah dimasukkan ke dalam timnas SEA Games 2011. Akan tetapi cedera yang dialaminya kembali kambuh dan membuat namanya terpaksa harus dicoret dari timnas.
PENDIDIKAN
  • SD Kartika Putra 1989-1995
  • SMP YPK Wijaya 1995-1998
  • SMA YPK Wijaya 1998-2001
  • STIE Perbanas Jurusan Ekonomi Manajemen
KARIR
  • Garuda Flexi Bandung
  • Pelita Jaya Esia
  • IBL Kalila
  • Satria Muda Junior
PENGHARGAAN
  • 2001, Runner-up Libama Utama (STIE Perbanas)
  • 2002, Juara Divisi I DKI (Satria Muda Junior)
  • 2002, Juara Libama Utama (STIE Perbanas)
  • 2002, Juara kontes three point di Adidas Asia Streetball, Shanghai China
  • 2003, Bermain di SM Britama (final four)
  • 2004, Runner-up Sister City (tim PON DKI)
  • 2004, Juara kontes three point di Sister City
  • 2004, Juara Libama Utama (STIE Perbanas)
  • 2004, Medali emas basket PON XVI, Sumsel
  • 2005, Pelatnas basket SEA Games XXIII
  • 2005, All Star IBL di Makassar (Tim Putih)
  • 2006, MVP IBL
  • 2007, Runner-Up SEABA

Biografi Michael Jordan - Bintang Basket Dunia

Bernama lengkap Michael Jeffrey Jordan, ia lahir di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, 17 Februari 1963. Dia terkenal Sebagai pemain bola basket profesional asal Amerika. Ia merupakan pemain terkenal di dunia dalam cabang olahraga itu. Setidaknya, enam kali merebut kejuaraan NBA bersama kelompok Chicago Bulls (1991-1993, 1996-1998). Ia memiliki tinggi badan 198 cm dan merebut gelar pemain terbaik.Ia mulai berkarier di NBA pada 1984 dan bergabung dengan klub Chicago Bulls hingga 1998. Selama kariernya, ia telah mengoleksi enam gelar juara dan lima kali ditunjuk sebagai MVP reguler.


Pemilik nama terkenal Air Jordan ini pensiun dari dunia basket pada 2003 setelah dua tahun bergabung dengan Washington Wizards. Setelah itu, ia menjadi pengusaha. Selain tercatat sebagai pemilik Bobcats, Jordan sibuk dengan bisnis properti. Pada 1985, ia bertemu dengan Juanita Vanoy dan menikah pada 2 September 1989 di Little White Chapel (Las Vegas). Dari pernikahan mereka lahir tiga anak,yaitu Jeffrey, Marcus, dan Jasmine. Mereka bercerai setelah 17 tahun mempertahankan pernikahannya. Bahkan, keduanya sama-sama mengaku sudah tinggal terpisah sejak Februari 2006. Puncaknya terjadi pada 2002. Ketika itu, ia mengaku bahwa dirinya membayar Karla Knafel sebesar US$ 250 ribu untuk menjaga kerahasiaan hubungan. Knafel mengatakan bahwa Jordan menyebut pernikahannya sebagai "hubungan bisnis".

Mendengar hal itu, Juanita langsung mengajukan tuntutan cerai dan meminta separo dari total kekayaannya yang disebut mencapai US$ 400 juta (sekitar Rp 3,6 triliun). Juanita juga menuntut kepemilikan rumah mewah dan hak asuh ketiga anak. Jorgan kemudian bekerja keras menyelamatkan bahtera rumah tangganya. Sebulan kemudian, Juanita membatalkan tuntutannya.
Sejak Februari 2006, Juanita tinggal di Highland Park (Illionis), sedang Jordan di pusat Chicago. Akhirnya, keduanya memutuskan berpisah dan berbagi aset sekaligus hak asuh anak. Sidang perceraian berlangsung di Lake County, Amerika Serikat.

Marlina Herawan, Denyut Nadi Timnas Basket Putri Indonesia


Marlina Herawan, Denyut Nadi Timnas Basket Putri Indonesia Marlina tampil istimewa dan jadi kunci kegemilangan Tim Basket Putri di SEA Games. (foto: MSports)


Pada SEA Games 2015 Singapura kali ini, sebuah putusan mengejutkan dibuat oleh pelatih Timnas Basket Putri Indonesia, Bambang Pribadi. Dia memanggil point guard senior milik Surabaya Fever, Marlina Herawan ke dalam tim.
Menarik mengetahui Marlina adalah pemain senior berusia 32 tahun yang terakhir kali dipanggil timnas basket putri untuk SEA Games pada 2003 lalu. Meski begitu, pemanggilan tersebut jelas bukan tanpa alasan. Pengalaman Marlina memang sangat dibutuhkan timnas putri saat ini.
"Saya baru gabung timnas lagi setelah terakhir kali pada SEA Games 2003. Mengapa mau? Pelatih dan manajer sudah mengajak saya bicara sejak lama. Mereka berbicara kepada saya tentang tim. Lagipula TC jangka pendek, sehingga saya mampu," tukasnya kepada MSports.
Memang tak mudah bagi Marlina untuk memilih bergabung kembali kepada timnas. Pasalnya, dia saat ini sudah bekerja dan tinggal di Bandung. Tentu tak mudah mengatur jadwalnya.
Sang pemain tampil cukup apik sepanjang kompetisi di SEA Games, pada kemenangan melawan Filipina, Marlina menjadi salah satu kunci.
Marlina berhasil membuat 14 poin, 2 rebounds, 2 assists, dan 1 steals. Sang pemain juga membuat banyak free-throw sukses pada satu menit terakhir paling krusial pada laga itu.
Raihan poin dia memang tak sementereng Natasha Christaline dan Gabriel Sophia, tapi sikap kepemimpinannya sangat penting menurut manajer Augie Fantinus. Dia pun mengungkapkan pendapat soal laga tersebut.
"Semua orang memprediksi kami kalah hari ini. Tapi kami membuktikan mampu untuk menang. Pertandingan berjalan panas dan seru. Kami sudah mendapat tempo terbaik sejak awal, tapi ketenangan dan percaya diri lebih penting. Kunci kebangkitan kami adalah pertahanan," ungkap pemain bernomor 10 itu.
Marlina akan memimpin Indonesia pada laga penentuan melawan Thailand. Meski memiliki rekor buruk dan tak pernah menang, momentum sedang dimiliki Basket Wanita, dan menurut Augie, hal tersebut bisa dimanfaatkan. "Melawan Thailand sangat sulit dan kami tak pernah menang. Namun, tak ada yang tak mungkin, terbukti hari ini kami menang." (RAP)